'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
SEMANGAT BELAJAR TK ABA 46 DI TENGAH PANDEMIK
16 Mei 2020 15:44 WIB | dibaca 333

School From Home (SFH) dan Work From Home (WFH) adalah salah satu upaya pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus corona. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mulai memberlakukan social distancing sejak na 2019 (Covid 19). Mentati peraturan pemerintah Kota Semarang sekolah TK ABA 46 Semarang mulai melakukan SFH atau sekolah daring # belajar di rumah.

 

Untuk Pendidikan Anak Usia Dini yang focus dalam pengembangan karakter dan nilai moral pada anak sangat sulit untuk melakukan SFH. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan ditengah pandemic Covid 19 ini. Kerjasama antara guru dan orang tua menjadi pondasi awal untuk melakukan SFH. TK ABA 46 bekerjasama dengan semua wali murid untuk menghentikan laju penyebaran Covid 19 dengan diadakan sekolah daring, yaitu anak-anak belajar dirumah. Kebijakan TK ABA 46 ditengah pandemic salah satunya adalah tetap melakukan SFH melalui WA kepada orang tua. Guru TK ABA 46 bergantian menyapa anak-anak melalui WA setiap hari senin- jumat selama kurang lebih 30 menit, tidak sekedar menyapa menanyakan kabar dan memberikan tugas kepada anak-anak, guru TK ABA 46 juga memantau perkembangan anak-anak terutama dalam pengembangan karakter dan moral selama di rumah, yaitu menghormati orang tua, sholat, berdoa dan membantu orang tua serta sayang sama saudara.

 

Awal SFH memang sangat sulit apalagi tidak semua wali murid TK ABA memiliki WA atau aktif di WA. Tetapi dengan semangat dan komunikasi yang baik SFH dapat dilaksanakan dengan baik selama 1 bulan sejak adanya keputusan social distancing. Karena banyaknya kendala untuki melakukan SFH, akhirnya TK ABA 46 membuat kebijakan baru yaitu 1) Adanya himbauan dari pemerintah untuk menonton TVRI, program pendidikan di rumah. Program jalan Sesama dimulai pukul 08.00- 08.30 untuk Anak Usia Dini. Kami meminta anak-anak untuk menonton TVRI sesuai himbauan pemerintah. 2). Untuk membantu aktivitas di rumah supaya anak tidak bosan di rumah kami meminta orang tua untuk mengambil buku pembelajaran yang dipakai selama disekolah.

 

Semua guru aktif komunikasi dengan semua wali murid melalui media handphone (WA). Guru TK ABA 46 tidak hanya memberikan tugas kepada anak-anak saat SFH tetapi juga sebagai ruang mengekspresikan semua keluh kesah orang tua. Salah satu keluh kesah orang tua adalah permasalahan ekonomi, dimana banyak yang tidak bekerja atau diberhentikan sementara dari pekerjaannya. Penghasilan yang menurun dan sulitnya untuk membeli kouta paket internet. Keluh kesah inilah yang akhirnya membuat TK ABA 46 mengakhiri program sekolah daring melalui WA da menganti dengan mengikuti himbauan pemerintah untuk menonton TVRI dan membagi buku pembelajaran ke anak-anak. Tidaj hanya itu, TK ABA 46 juga membuat kebijakan meringankan beban orang tua dengan memotong uang SPP sebanyak 40% selama pandemic ini terjadi.

 

Covid 19 tidak akan pernah menghentikan semangat anak-anak untuk terus belajar, untuk terus menggapai cita-cita. Meski banyak hambatan dan kendala yang terjadi, tetapi semangat dan rindu anak-anak akan sekolah yang membuat pendidikan Indonesia semakin lebih baik

 

[Rizda Tugu]

Shared Post: