'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PDA Kota Semarang Cegah Stunting dengan Edukasi pada Remaja
11 Maret 2022 16:53 WIB | dibaca 62
 
Stunting di Indonesia berdasar data SSGI 2021 sebesar 24,4% masih lebih tinggi dibanding Vietnam (23%) dan Malaysia (17%).  Stunting tidak hanya ukuran tinggi badan yang pendek, tetapi pertumbuhan tinggi badan yang tidak sesuai usia karena kurangnya asupan gizi kronis atau dalam waktu lama. Dampak dari stunting dapat menurunnya daya tahan tubuh, sehingga mudah terkena penyakit, pertumbuhan dan perkembangan tidak bisa optimal, bahkan bisa menyebabkan kematian.  Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran dalam pencegahan stunting. Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Semarang melaksanakan “Edukasi Gizi Seimbang dan Kesehatan Reproduksi Remaja” sebagai bentuk kepedulian dalam pencegahan stunting. Acara dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Maret 2022 dengan sasaran seluruh remaja anak asuh LKSA Aisyiyah kota Semarang. “Remaja memiliki kesempatan untuk sukses tanpa dana yang besar, asal bisa merencanakan pendidikan, pernikahan dan pola hidupnya dengan baik, yang terpenting jangan menikah sebelum usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki”, hal tersebut disampaikan oleh Ibu Hj Sulastri, SKM dalam sambutan sekaligus pembukaan acara. Materi pertama yang disampaikan mengenai kesehatan reproduksi remaja dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Disampaikan oleh Dra. Hetty Hidayati, MM seorang pakar dari Dinas Pengendalian Penduduk dan KB,Kota Semarang. Remaja sebagai bonus demografi bagi masyarakat Indonesia, perlu menjaga kesehatan, terutama reproduksinya supaya menjadi generasi yang produktif dan tidak menjadi beban bangsa Indonesia. Mencapai kesuksessan hidup dan membentuk keluarga yang bahagia perlu direncanakan sejak remaja. Kesiapan organ reproduksi, emosi dan finansial perlu dipersiapkan sebelum berkeluarga. Pesan penting yang disampaikan bagi remaja putri, lakukan pola hidup sehat, selalu menjaga kebersihan dan mencari calon suami yang sehat, sholeh dan siap secara finansial. Status gizi remaja juga penting untuk selalu dijaga dalam status normal. Ir Purwanti Susantini.,M.Kes sebagai pakar pada bidang gizi menyampaikan materi gizi seimbang bagi remaja. Empat pilar gizi seimbang yang harus dilaksanakan oleh remaja adalah mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, melakukan olah raga secara rutin, dan memantau berat badan secara rutin. Porsi makan juga dijelaskan melalui Isi Piringku. Menu makanan yang ada dalam piring, harus ada sumber karbohidrat seperti nasi, sumber lemak dan protein seperti rolade tahu ikan, serta sayur yang merupakan sumber vitamin dan mineral. Porsi  nasi dan sayur sama sebanyak 2/3 piring makan, sedangkan 1/3 piring untuk porsi lauk hewani dan nabati. Buah bisa dikonsumsi sebagai cemilan dan jangan lupa selalu mengkonsumsi air putih. Peserta sangat berantusias memperhatikan materi yang disampaikan dan bertanya. “Saya mau diet sehat, dan menjaga kebersihan supaya tidak jerawat” komentar Putri, salah satu peserta. 
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari